3.12.2010

Karena Dia

Ada lagu berjudul sama milik The Banery yang saya suka. Liriknya cukup menggambarkan apa yang pernah saya rasakan. Terutama refreinnya.


Semua karena dia
Diaa…..
Adalah penghancur
Penghancur hidupku
Diaa…
Adalah penghancur
Penghancur hidupku
Kan kuingat slalu Oh dirinya

Lelaki ini, sangat berarti bagi saya. Perannya tidak akan tergantikan oleh siapapun. Lelaki ini tahu kapan dia menyanjung saya, meletakkan saya di langit ketujuh. Lelaki ini pula, tahu kapan harus menghempaskan saya kembali ke bumi. Meninggikan saya kemudian merendahkan saya. Mengobati luka hati saya dan kemudian melukainya kembali lebih dalam. He knows.




Saya (S): Eniwei, aku membencimu.
Dia (D): Sama.

Atau

S: Tulisanmu tidak brubah, selalu menyakitkan.
D: I learnt from the best.
S: Kenalin si aku. Biar aku juga belajar.
D: Berkacalah.
S: Kacanya lagi burem, maaf tidak bisa berkaca.
D: yr problem

Atau

S: Oh Gosh, I hate you more than before
D: No problemo



Terbuat dari apalah hati lelaki ini. Saya membencinya sekaligus begitu mencintainya. Teman-teman saya mengatakan bahwa saya bodoh masih mencintainya dan begitu merindukannya. Ini masalah rasa. Ini apa yang saya rasakan. Memang, merindukannya, mencintainya berjalan seiring dengan tersakitinya hati saya. Kadang saya berharap dia mati. Atau kadang saya ingin ada seseorang yang menyakitinya begitu dalam hingga dia sinting gila. Saya ingin memeluknya erat dan kemudian menusuknya. Namun, ternyata, saya tidak ingin ada siapa pun atau apa pun yang membuatnya terluka.

Saya mengutuk semua keberuntungannya. Dengan semua kejahatan yang dia lakukan, dewi fortuna masih saja bersamanya. Lelaki ini dikelilingi oleh banyak cinta. Cinta dari orang-orang yang tersakiti olehnya. Terbuat dari apalah lelaki ini sehingga orang tidak sanggup membencinya sepenuh hati. Terbuat dari apalah lelaki ini sehingga orang-orang di sekelilingnya memenuhinya dengan cinta.


Saya pernah mencoba membereskan apa yang ditinggalkan lelaki ini dalam kehidupan saya. Berhasil, walaupun tidak sepenuhnya karena hanya bertahan beberapa bulan saja. Jejak lelaki ini kembali lagi terlihat dan mulai memancarkan auranya. Kilasan-kilasan memori kembali muncul di mimpi-mimpi saya dan membuat saya terjaga dengan perasaan kacau balau. Tidak hanya memori yang menyakitkan, namun yang menyenangkan pun kembali. Nirwana dan neraka pun bersanding dalam kehidupan saya.


Unfinished business kata teman-teman saya. Persetan dengan istilah itu. Saya ingat benar, lelaki ini tidak menyukai kepsikologian saya. Tidak ada gunanya saya menerapkan hal tersebut pada relasi saya dengan lelaki ini. Hanya masalah kejujuran hati sepertinya. Saya diminta untuk mau mengakui apa yang saya rasakan tentangnya. Dan menerimanya. Inilah yang saya rasakan. Saya membencinya, sekaligus mencintainya. Saya mengutuknya, sekaligus berharap yang terbaik untuknya. Saya ingin memeluknya, kemudian menusuknya. Saya ingin melihatnya menderita, sekaligus tidak menginginkan siapapun menyakitinya. Inkonsistensi huh.. Setau saya, konsistensi yang paling sejati ada pada sebuah inkonsitensi.. Hmmmmm..menyulitkan memang..


Ada waktunya nanti saya akan berdamai dengan diri saya tentang lelaki ini. Dan akan tiba saatnya, saya akan berdamai dengannya. Begitu juga dengannya. Lelaki luar biasa yang pernah saya temui. Lelaki hebat yang membuat saya menjadi perempuan hebat seperti saat ini. Lelaki yang pernah mencintai saya dan menjadikan saya bangga mencintainya. Hanya lelaki ini yang bisa melakukannya hingga saat ini.




http://www.fotosearch.com/ meminjamkan saya gambar

I Said I Love You

Tiga hari lalu, hujan badai maha dashyat berkunjung ke Jogja. Menciptakan kubangan-kubangan kecil di area kos saya. Dampaknya, lantai menjadi berbahaya karena super licin. Meskipun sudah berhati-hati, tetap saja saya terpeleset. Jatuh lah saya dari tangga dan warna ungu pun rata menghiasi tubuh. Belum lagi tulang ekor yang sakit dan kesulitan untuk beraktivitas. Termasuk juga tidur. Tersiksanya saya tiga hari terakhir ini. Duh, Gusti Allah, yayayayayayaya..


Selama tiga hari saya tidak bisa mengerjakan banyak hal. Terjebak di kos dengan lamunan jorok dan lamunan ga penting. Melo yelo belo gitu lah jadinya. Hingga akhirnya secara impulsif, otak saya berpikir tentang tiga kata: I LOVE YOU. Waktu zaman ABG, tiga kata itu jadi senjata andalan buat nembak cewek. Rasanya belum afdol kalau dalam prosesi penembakan tidak ada tiga kata tersebut. Namun, saya justru jijik ketika seorang cowok –yang notabene masih abg gila- mengatakan I LOVE YOU pada saya. Bieeeeeeuhhhh, apalah cinta-cintaan ini dalam benak saya. Apa pula pemaknaan cinta versi ABG ini? Saya lebih suka ketika seorang cowok mengatakan bahwa dia menyukai saya dan ingin menjadi pacar saya daripada dia bilang I LOVE YOU ga jelas itu. Waktu itu tapi..waktu itu..waktu dimana saya masih bau kencur dan idealis mampus. Waktu dimana saya masih belum tahu bedanya pensil alis sama pensil bibir. Waktu dimana saya cuma tahu bedak talk. Waktu saya masih imut meskipun jadi tukang bullying sejati.


Lain dulu, lain lah sekarang. Saya memuja tiga kata itu. Muatan energi positifnya sangat besar. Hanya saja, tetep dong ya ada aja kendalanya. Di Indonesia Raya tercinta ini, diskriminasi gender cukup besar dan mengintimidasi. Apabila seorang perempuan berkata I LOVE YOU pada seorang lelaki, beban psikologisnya cukup mengganggu. Makanya, masih saja saya menemui pernyataan-pernyataan “Amit, amit ye gw bilang i love u ke dia duluan. Yang laki siapa, bu..”. Kalau saja saya menganut aliran semacam itu, susah saya. Maklum, saya penganut paham ekspresif impulsif. Selalu ekspresif dalam menampilkan rasa karena dorongan impulsif yang membuncah. Termasuk rasa cinta.




Apa yang salah dengan mengatakan I LOVE YOU terlebih dahulu? Kalau yang saya rasakan itu ya kenapa. Kenapa harus saya tahan? Cuma bikin jerawat saja. Saya sering menekankan pada orang-orang yang apes menjadi klien saya tentang hal ini. Bahwa tidak ada yang salah dengan tiga kata itu. Katakanlah kalau memang itu yang dirasakan. “Tapi dia uda nyakitin aku banget, mbak.” So what..???? Apakah kita tidak boleh mencintai orang yang sudah menyakiti kita..? Apakah kita hanya boleh mengatakan I LOVE YOU pada orang yang telah mengatakan itu terlebih dulu pada kita..? Ini masalah apa yang kita rasa. Dan cinta merupakan sebuah rasa yang luar biasa positifnya. Jadi, buat apa kita menahan sesuatu yang sifatnya positif? Tidak ada hukumnya sesuatu yang positif itu menciptakan kejelekan. Tidak ada. Hal positif akan direspon positif oleh alam semesta.


“Saya takut dia tidak membalas cinta saya.” Hahahahaha, masalah untung rugi jadinya. Takut dan berani. Keseimbangan. Bersyarat. Kenapa kalau dia tidak membalas cinta kita..? Kita rugi..? Kita tidak seimbang dengannya..? Selesai hidup kita..? Kita mati..? Belajarlah untuk jujur terhadap diri kita sendiri. Memiliki cinta dan mengekspresikannya merupakan kebutuhan, bukan lagi keinginan. Kebutuhan itu perlu dipenuhi, sedangkan keinginan, tidak selamanya harus dituruti. Apa yang kita rasakan ketika kita tahu ada seseorang mencintai kita? Ada perasaan senang jauh di dasar hati kita, sekalipun kita tidak bisa membalas cinta tersebut. Ya seperti itu lah perasaan orang lain ketika kita berkata I LOVE YOU kepadanya. Tidak perlu mengkhawatirkan apa yang dia rasakan, apakah dia akan membalas cintaku atau tidak, apakah dia membenciku atau beribu-ribu apakah lainnya. Berhentilah dengan kecemasan tak berdasar itu. Kita hanya sedang mengeluarkan energi positif. Kita bukan menyakiti, berbuat onar atau bertindak jahat. Kita kan sedang mengatakan I LOVE YOU, bukan memaksa orang tersebut mengatakan I LOVE YOU TOO..




Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan mengatakan I LOVE YOU. Katakanlah sebanyak mungkin, sesuai dengan yang kita rasa. Jangan bohong tapi. Kita sedang tidak merasakan cinta, ngotot bilang cinta. Nenek bilang, itu berbahaya. Jujurlah dengan diri kita tentang apa yang kita rasa. Cinta bilang cinta. Sayang bilang sayang.. I LOVE YOU..








pinjam gambar dari http://www.fotosearch.com/

10.11.2009

A Guy with Smell of Tobacco


Saya jatuh cinta.

Seorang teman yang saya abaikan keberadaannya sepuluh tahun lalu. Seorang yang saat ini menjelma menjadi seorang lelaki yang ternyata membuat saya sinting setiap kali saya memandangnya. Teman-teman saya mengatakan bahwa dia cukup menarik. Tipe yang rebel-rebel gitu deh, tapi memiliki hati yang lembut sepertinya.

Saya tidak tahu apa-apa tentang dia. Kapan dia berulangtahun. Apa yang menjadi hobinya. Apa saja kebiasaannya. Siapa gadis yang pernah mengisi hatinya. Bahkan saya tidak tahu dimana dia tinggal. Saya hanya tahu bahwa dia mempesona diri saya saat ini. Saya mengenalnya, begitu pula dengannya. Saya sesekali berbicara atau saling mengirim pesan singkat, namun itu hanya untuk urusan yang sangat jauh dari masalah hati dan rasa.

Saya ingin memeluknya dan menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya yang khas, perpaduan antara aroma tubuh, parfum dan tembakau. Entah lah, saya menyukai aroma tembakau yang menempel di tubuh lelaki. Tampak seperti lelaki sejati.

Teman saya mengatakan, mulai lah pendekatan terlebih dahulu. Tunjukkan bahwa saya peduli padanya. Jelas hal tersebut akan sulit untuk saya lakukan karena saya sama sekali tidak memiliki keberanian. Jelas, saya meragukan kemampuan saya sendiri untuk itu. Dan sangat jelas alasannya, SAYA TIDAK PERCAYA DIRI.

Shit, saya merindukannya..namun terlalu takut untuk bertemu dengannya. Saya takut terlihat olehnya bahwa saya merindunya. Saya takut terlihat olehnya bahwa saya mencintanya. Seorang teman berkata bahwa hak saya sepenuhnya untuk menunjukkan perasaan saya, mengapa harus menutupinya. Saya ingin bisa lakukan itu, tapi masalahnya, apakah dia akan mampu bersikap seperti biasa ketika dia mengetahui semua rasa saya padanya? Apakah dia akan tetap menemani saya ketika saya membutuhkan teman ngopi sembari berbincang? Saya tidak yakin dia akan tetap sama bila dia tahu rasa yang saya punya.

Saya memujanya dengan sepenuh hati.

9.16.2009

Kedele oh Kedele

Insight tulisan ini muncul secara impulsif (kaya biasanya laaah) waktu saya sedang gosok gigi, mau mandi, mau pergi ke rumah Elin buat ngerjain tesis. Sedang bugil ketika ide muncul di benak saya laksana meteor. Syuuut..blar..langsung, buka pintu kamar mandi, pake baju, nyalain komputer.

Ini tentang kedele saya..yayayayayayaya, another story about man surround me.. Jangan bosen ya.. Memang si, topik tulisan itu bukan melulu tentang lelaki, tetapi entahlah, saya lebih lancar dan enjoy menulis tentang lelaki. Yang ga sealiran, maaf yee..

Siapa si kedele itu..? Pertanyaan yang lumayan sering saya dapat di twitter saya. Kedele itu seorang lelaki yang saya temui satu tahun yang lalu. Dimanakah saya bertemu? Di sebuah tempat rahasia dimana hanya saya dan kedele yang tahu. Hihihihihhii.. Sebagai perempuan lajang, penampakan kedele ini cukup menarik perhatian saya, secara cuma kedele lah waktu itu lelaki single di tempat saya melihatnya. Ting, ting, ting, alarm tubuh saya bunyi. Siapa tu, siapa tu, siapa tu, bole dong, bole dong, bole dong..

Akhirnya, kenal lah saya dengan si kedele ini. Deket lah kita. Ngobrol, nonton, nongkrong, aktivitas sehat bersama (jiaaah, aktivitas sehat..??? )hingga bertengkar bareng. Hubungan yang bermula baik, indah dan so sweet berubah menjadi hubungan seperti neraka. Kedele marah besar pada saya, sedangkan saya merasa apa lah kedele ini marah-marah. Ga penting. Maklum, umur yang sebaya membuat persaingan ego begitu membara. Okey, kedele marah besar. Silakeun, emang cuma dia lelaki di dunia ini.. Plis d.. Dan kedele pun menghilang dari kehidupan saya untuk kali pertama.

Tapi kok saya merindukannya. Weeitts, sudah, sudah, lupakan. Saya hapus semua nomor teleponnya dari ponsel saya, agar saya tidak gatel menghubungi dia. Sekian lama, kedele kembali. Dan seperti tidak terjadi apa-apa, kembali saya dan kedele melakukan aktivitas bersama. Ketawa bareng. Dan hingga akhirnya, beberapa hari kemudian, kedele kembali marah pada saya. Entah lah, saya tidak tahu persis kejadian apa yang membuat kedele naik pitam terhadap saya. Kedele menghilang dari hadapan saya untuk kali kedua, meninggalkan saya dengan raut muka masam. Dan saya pun tidak berusaha mengerjarnya. Hanya saja, saya mengirimkan sms:
...Maaf...
Saya tidak tahu pasti kesalahan apa yang saya perbuat sehingga si kedele murka pada saya. Tapi sudah lah, tidak ada salahnya meminta maaf untuk menjadikan kondisi menjadi lebih baik.

Kembali saya merindukannya. Saya kirim lah sms:
...Miss u so...
There was no reply. Padahal, untuk mengirimkan sms itu, saya butuh masukan dan penguatan dari begitu banyak pihak. Dan akhirnya saya berkata bahwa kedele tidak menginginkan saya. Saya hapus lah nomor teleponnya untuk kedua kali. Dan saya pun menyibukkan diri dengan aktivitas saya, melupakan kedele. But somehow, saya meyakini kedele akan kembali.

My birthday. He's back. Said happy birthday. Bla, bla, bla, bla, saya dan kedele pun bertemu. Seperti yang lalu, tidak ada yang aneh dengan saya dan kedele. Ketawa, ngobrol. Untuk kali ini, saya bertekad untuk tidak membiarkannya hilang kembali. Tidak akan ada pertengkaran agar kedele tidak pergi. Saya buang sebagian besar gengsi saya, yang setau saya sangat tidak disukai oleh kedele. Bahkan saya memintanya berjanji pada saya untuk tidak hilang. Dan setau saya, kedele tidak mengabulkan permintaan saya.

Hari ini, kedele kembali menghilang. Tidak ada pertengkaran diantara saya dan kedele. Setau saya, kami berpisah dengan senyuman juga tawa. Menurut saya, kami baik-baik saja. Tetapi entah lah, batin saya mengatakan bahwa kedele kembali hilang. Sms-sms saya seperti biasa, tidak mendapatkan respon. Mungkin ini memang siklus kedele. Seperi siklus menstruasi. Kalo lancar, kedele akan datang 28 hari sekali. Kalo lagi stres, kedele bisa dateng 2-3bulan sekali. Tergantung kondisi hormon dan psikologis juga. Dan sepertinya, saya harus memahami itu.

Kedatangan kedele yang terakhir tidak direspon baik oleh orang-orang di sekitar saya yang cukup tahu tentang pola kedele. Mereka berpendapat bahwa kedele tempo-tempo. Hanya ketika dia membutuhkan saya, kedele akan datang. Isi bensin, trus pergi. Bensin habis, dateng lagi. Bisa jadi. Toh saya juga tidak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di benak si kedele.

Berapa banyak teman mengatakan bahwa He's just not that into me . Dan saya secara logika pun juga setuju dengan pendapat itu. Namun entah lah, ada sesuatu dalam diri saya yang menyangkal pendapat itu. Bisa jadi terkait dengan kesendirian (heilooooo..hhihihhihihihi). I'm just a human being, just like other. Need someone to share, need someone to love and being loved, need someone lah judulnya. Untungnya, seseorang menjewer kuping saya, dan saya pun terbangun dari periode desperado. Bila memang kedele itu ditakdirkan bersama saya, maka terjadi lah. Kalo tidak, sial..Hahahahahahaha..

Dan ini lah imajinasi saya beberapa bulan ke depan, ketika siklus kedele kembali:
Kedele (K): I'm back..
Saya (S): Hmmmmm..
K: Keluar..?
S: No, thx u..
K: Hei, what's matter with u..?
S: Oh, kedele, tau kah engkau betapa hatiku terluka. Kau datang dan pergi sesuka hatimu. Mempermainkan perasaanku. Membiarkanku berharap. Kedele, biarkan aku dengan jalanku, dan kau dengan jalanku. Jangan kau ganggu aku lagi. Tak ingin ku kembali terluka mengharapkanmu terus ada di sampingku.

Saya pun beranjak meninggalkan kedele sendirian

...daaaaannnnn...ternyata, sodara-sodarar, kedele berlari menghampiri saya, merengkuh saya (apaan si ini bahasanya, stensilan amat..) trus bilang: Hidup lah bersamaku, isi lah relung hatiku yang hampa tanpamu.. (asli, ini kalimat kampung amaaaaaatt..benci gw..)

Hahahahahahaha..namanya juga imajinasi, let me act like drama queen..

Kedele, kedele..nice to know you.. Keberadaan kedele memberi warna dalam hidup saya. Sebagai individu yang bebas, hak kedele lah mo ngapain aja. Mo dateng, silakeun, mo pergi, monggo monggo sajaah. Toh saya akan tetap baik-baik saja. Seperti yang saya katakan kepada teman saya melalui sms:
.. Mungkin memang belum menjadi keberuntungannya untuk mendapatkan saya kalo dia menghilang lagi seperti sekarang..

9.13.2009

He's Just Not That Into Me

Nulis di FB uda ga gitu aman. Apalagi kalo mo ngata-ngatain orang. Kaya yang berikut ini ni..

Jelas lah, jenis kelamin laki-laki. Males saya kalo nulis tentang perempuan. Kata temen-temen saya, dia cukup menarik. Ya iya lah, dengan postur tubuh tinggi besar, muka lumayan, terawat, lumayan wangi plus profesinya sebagai seorang yang kalo di luar negeri sana disebut M.D..!! Ya jelas lah dia menarik.

Si M.D ini duh, amit, amit, keras kepalanya. Mo menang sendiri. Tapi pinter banget pasang muka tak berdosa di depan khalayak umum, terutama kaum perempuan. Jadi para perempuan, ga ada yang percaya kalo saya bilang si M.D ini super ngeselin mampus. Respon yang ada, kamu aja kli yang kurang sabar. Kamu aja kli yang kurang pengertian. Iiiiiiiiiiihhhhhhhh, gemes saya.

Kaya pagi ini, si M.D berulah. Semalem, si M.D pulang sampe larut. Sebenernya saya mengingatkan dia untuk tidak pulang larut karena pagi ini saya berencana minta ditemani jalan pagi. Si M.D mengiyakan. Tapi waktu dia pulang, perasaan saya kok ga enak ya. Soalnya, sebelum pulang, dia bilang mo nonton bola. Mana lah bisa dia bangun pagi klo nonton bola sampe subuh. Dan pada akhirnyaaaaaa..si M.D kesiangan..!!!!! Dan batal menemani saya jalan pagi..!!!!!!!! Keselnyaaaaaaaaaaaaa saya ini..

Tenang, itu bukan kejadian pertama kli dalam kehidupan saya bersama si M.D. Ini sudah yang ke sekian kali. Nanti, kalo saya marah (ngambek istilah si M.D), dia akan berkata saya ini orangnya ga bisa santai. Sriusan. Menganggap segala sesuatu terlalu dalem. Siaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllll..Tapi, kalo nanti giliran dia yang ngambek, lamaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaa..sebulan juga betah..

Setau saya, setiap kali dia marah pada saya, saya ga pernah tahu jelas apa yang menyebabkan dia marah. Paling, dia cuma bilang dia lagi sebel. Trus ilang, sebulan. Nanti muncul lagi dengan tampang tak berdosanya. Keki mampus saya tu.

Suatu ketika, saya pernah protes dengan perilakunya yang super menjengkelkan, yang berbeda 180 drajad dengan perilaku yang dia tampilkan di publik. Dia bilang, cuma kepada saya dia bisa menampilkan sisi asli dirinya. Sisi asli yang ngambekan, sisi asli yang menjengkelkan. Smua sisi yang ga ada bagus-bagusnya.

Kesel, kesel, kesel, pokoknya saya keseeeeeeeeeeeeel mampus sama kelakuannya. Tadi si dia bilang mo mengganti ketidakhadirannya dengan hadir nanti sore. Tapi kok saya ga percaya dia akan lakukan itu..paling-paling juga yang ada nanti sms: Sorry, ada acara mendadak. Ga bisa menemuimu.

Dasar, M.D sok..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Yang lebih dasar lagi, kok ya saya itu memendam rasa juga sama si sok itu..!!!!!!!!!!!! Dasar saya sinting..!!!!!!!!!

9.09.2009

Mas Mantan Saya

Semalem tadi, mas mantan datang menghampiri saya..dalam mimpi yang kemudian menjadi petaka bagi saya hari ini karena saya bangun dengan kondisi perasaan yang so fucking awfuuuuuuuul full full. Apa yang mas mantan lakukan ketika dia mendatangi saya dalam mimpi? Dia datang surprisingly ke kosan saya, membawa hadiah, memeluk saya sambil bilang "Happy birthday, bun.. I love you.."

That is so fucking impossible shit. Saking ga mungkinnya, makanya hari saya saat ini luar biasa tidak menyenangkan. Yang pasti, sejak saya bangun hingga saat ini, jantung saya masih berdetak kencang kacau balau gitu. Untuk sedikit mengalihkan rasa tidak nyaman, saya mengirim pesan ke teman dekat..

Saya(S): Kamu tau, semalem aku mimpi dia dateng ke Jogja pas aku ultah..trus kita balikan lagi.. I miss him so..
Teman(T): Hahahahaha..ati-ati ya, bun. Ntar bisa mimpi basah. Kadang memang cinta tu mengalahkan logika ya..Kamu mau impulsif hubungi dia..? Btw, kamu ada berita dia putus? Kok mimpimu aneh..
S: Ga ada brita apa-apa. Aku cuma kangen aja. Sedih sekarang. Huw, huw, huw..
T: Sepertinya itu keinginan bawah sadar yang direpres ya..setelah putus, kamu pernah bilang kalau masih sayang dia?
S: Ga lah..sinting kali..
T: Jadi jangan sinting ya..Tapi menurutmu, dia tau ga?
S: Aku ga tau juga.
T: Kemungkinan itu selalu ada kan ya, bun..

Kemungkinan apa yang selalu ada? Kemungkinan bahwa mas mantan tahu saya masih menyayanginya? Kemungkinan bahwa mas mantan tahu saya merindukannya sangat? Kemungkinan bahwa mas mantan akan datang di hari ulang tahun saya? Hahahahaha..sudah lah..kemungkinan itu hanya Tuhan yang tahu. Seberapa besar realisasinya, ya cuma yang punya dunia ini yang tahu pasti.

Opa Freud bilang mimpi merupakan representasi alam bawah sadar sebagai akibat dari represi atau penyangkalan keinginan sadar. Ada betulnya juga. Sebagai manusia yang berfungsi sepenuhnya, saya sadar bahwa ternyata saya merepres dan sedikit menyangkal perasaan saya yang sebenarnya terhadap mas mantan. Maklum lah, masih sakit ati kalau inget apa yang mas mantan lakukan pada saya. Sehingga muncul lah sebuah mekanisme pertahanan diri: Sinting kali ya kalau saya masih menyimpan rasa padanya.

Hingga akhirnya tubuh saya pun tidak bisa lagi melakukan penyangkalan itu. Muncul lah mas mantan semalam dengan manisnya dalam mimpi saya. Untuk menyicil keinginan tidak menyangkal perasaan saya, atas anjuran teman, saya menuangkan dalam bentuk tulisan. Setipe dengan seorang teman kos yang ampun-ampun rese'nya, saya cukup gila publikasi. Muncul lah kini sebuah tulisan yang menarik hati dan sangat menantang untuk Anda baca yang merupakan representasi perasaan saya yang sedang huw, huw, huw, huw..

Apapun itu, mas mantan, i want u to know that i really miss u so..dan sedikit bonus untukmu, mas mantan, atas anjuran teman saya, rasa sayang itu masih ada..

8.27.2009

Hubungan Tanpa Status

Catatan kecil yang saya tulis di perpustakaan, setelah saya membajak laptop teman saya, karena saya ga bawa laptop dan sudah melenceng sangat jauh dari niatan awal pergi ke perpustakaan.

Ini tentang hubungan tanpa status.

Satu bulan lalu, saya mengakhiri sebuah hubungan tanpa status yang telah saya jalani kurang lebih selama satu tahun. Dan ini lah alasan kenapa saya mengakhiri hubungan tersebut:
1. Meskipun cukup good looking, kebiasaannya yang suka tebar pesona, bikin saya ilfil berat. Dia pikir cuma dia aja lelaki paling ganteng yang diliatin begitu banyak perempuan.. Plis d..
2. Kesejahteraan finansial saya dengannya mengalami penurunan, sudah mulai jarang saya berkencan dengannya di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh kantong anak kos seperti saya. Kalau cuma makan di warung kaki lima, saya si bisa lah makan pakai uang saya sendiri. Belum lagi transfer pulsa yang tersendat.
3. Saya bener-bener kehilangan respek padanya sebagai seorang lelaki. Dan itu bener-bener bikin saya eneg se-eneg2nya.
4. Dan alasan yang terakhir, alasan favorit saya: SAYA PUNYA HAL YANG LEBIH PENTING DARI SEKEDAR RUNTANG-RUNTUNG DENGAN LELAKI YANG GA BISA MEMBERIKAN SAYA BENEFIT APAPUN..!!

Saya pikir, mengakhiri hubungan tanpa status yang ga jelas akan mudah-mudah saja. Saya keliru rupanya. Si lelaki tidak bisa menerima keputusan saya begitu saja. Aneh sikap yang dia tunjukkan pada saya. Bahkan saya merasa terteror oleh sikapnya. Sok kirim sms nyasar, sok bikin cerita yang ga jelas kebenarannya, sok ngerasa penting dan sejuta sok-soknya yang lain.

Apa lah maunya lelaki itu.. Harusnya dia bersyukur saya mengakhiri hubungan ga jelas ini, toh ya dia sudah punya pasangan. Saya membantu dia untuk kembali pada jalan yang benar. Kok ya susah ternyata. Saya berpikir, apa mungkin harga diri dan gengsi lelaki itu terluka oleh keputusan saya, mengingat seumur hidup lelaki itu tidak pernah sekalipun ditinggalkan oleh perempuan. Dia lah yang meninggalkan para perempuan di sekelilingnya. Dia butuh, dia cari. Dia bosan, dia buang.

Akhirnya, setelah sekian lama saya muak dengan sikap lelaki itu paska hubungan tanpa status kami, saya menunjukkan kemarahan saya terhadap sikapnya yang sangat aneh dan menjengkelkan. Saya usir dia ketika dia datang ke kos saya. Saya abaikan semua sms dan teleponnya. Saya tendang dia keluar dari semua jejaring sosial saya. Pokoknya, I KICKED HIM OUT..

Seperti yang sudah saya perkirakan, sms-sms merajuk pun kencang mengalir ke hp saya. Biasa lah, lelaki. Permohonan maaf pun dikirim berulang-ulang. Cukup keras juga usaha yang dia lakukan. Saya membalas smsnya, saya menerima teleponnya, tetapi sampai kapan pun semuanya tidak akan pernah kembali lagi seperti dulu. Tidak ada untungnya bagi saya untuk masuk lagi dalam sebuah hubungan yang tidak pernah ada kejelasannya.

Dan saat ini, kalo pun saya masih berhubungan dengannya, itu demi alasan klise, menjaga silahturahmi dan lebih kepada asas manfaat. Setahun kebersamaan saya dengannya memberikan cukup banyak cerita. Tidak bisa saya pungkiri itu. Namun, ada satu hal penting yang saya tidak bisa abaikan, TIDAK ADA KEBAHAGIAAN SEJATI di dalamnya.

6.11.2009

Dilema

First: Will u marry me..? Nope..
Second: Will u marry me..? I can't..
Third: Will u marry me..? I'm sorry..
Fourth: Will u marry me..? Dont know..
Fifth: Will u marry me..? Yes..
But there won't be the fifth..

5.26.2009

Lagu Dewi Sandra terkini yang sedang saya sukai sangat. Liriknya sederhana, tapi sangat dalam bagi saya. Dan mungkin bagi Dewi. Kegundahan seorang perempuan tentang pasangannya yang sudah jarang memuji dan mengungkapkan perasaan sayang secara verbal.

Bagi saya, ungkapan verbal penting untuk menguatkan ungkapan non verbal. Walaupun kalau terlampau sering juga akan mengurangi kadar pentingnya itu sendiri. Saya sangat menyukai pelukan, baik memeluk atau dipeluk. Rasanya menenangkan. Ketika pelukan itu dibarengi dengan peryataan kepedulian, rasa tenangnya meningkat dua kali. Tetapi tidak setiap kali pelukan lantas disertai ungkapan verbal. Hilang malah nanti esensinya. Ada masanya dimana ungkapan verbal diperlukan, ada kalanya tidak. Namun ketika ungkapan verbal itu hilang sama sekali, kegelisahan lah yang akan muncul, semacam pertanda ada yang tidak beres dalam sebuah relasi. Jadi, waspada lah..

3.12.2009

Pencarian

Dicari:
Lelaki lajang, usia 30an, memiliki penghasilan sendiri dan NPWP, mapan, good in bed, bisa bekerja sama, suka bekerja keras, mandiri dan bukan anak mama, menghargai perbedaan, tidak hobi selingkuh, bahkan sampai berulang, bukan pendendam, open mind, tidak terlalu pendiam, lancar berkomunikasi dan family oriented.

Hasil pencarian:
Z.E.R.O

3.11.2009

Forgiveness

Tampaknya sederhana tetapi susah sekali untuk dilakukan. Berapa kali saya mencoba, belum pernah berhasil dengan sempurna. Selalu saja dikalahkan oleh kemarahan saya.

Buatnya saya hendak berkata, saya ingin memaafkanmu..

;;